Mencaridan mempelajari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu sabdanya menegaskan, “Mencari ilmu (hukumnya) wajib bagi setiap Muslim.” Kewajiban ini berlaku umum bagi laki-laki dan perempuan. Pertanyaannya, ilmu apa yang wajib dipelajari? Sebab ilmu Allah sangat luas. Bahkan andaikan seluruh ranting Parameterberkembangnya sebuah blog selain yang dibaca oleh GA dan GSC juga ada pada DA, PA, Alexa, DR, dan lain-lain. Ilmu dasar tentang masing-masing parameter tersebut harus dipahami oleh seorang bloger agar bisa melakukan action bagaimana sebuah blog bisa optimal kerjanya. 5. Manajemen Media Sosial. 1 Pengantar Teknologi Informasi. Ilmu dasar atau basic yang akan memberikan pengetahuan awal sebelum Anda belajar mata kuliah wajib. 2. Struktur Data. Struktur data merupakan mata kuliah krusial yang harus Anda pahami dengan baik. Pasalnya, Anda belajar bahasa pemrograman butuh teori struktur data supaya mampu mengimplementasikan algoritma. 1 Lebih mudah memahami perilaku rekan kerja. Di jurusan antropologi, salah satu materi yang akan kamu pelajari adalah cara memahami perilaku orang lain. Berbekal pengetahuan tersebut, kamu akan menjadi pribadi yang lebih terbuka saat menemukan rekan kerja dengan perilaku yang berbeda-beda. Alih-alih menghakimi, kamu justru akan tertarik dan Vay Nhanh Fast Money. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. 📝 POKOK POKOK ILMU YANG WAJIB DI PELAJARI Bagian Pertama ════ ❁✿❁ ════Ibnul Qoyyim rahimahullah telah menjelaskan ilmu apa saja yang wajib dipelajari oleh setiap muslim. Artinya, tidak boleh ada seorang muslim pun yang tidak mempelajarinya. Ilmu tersebut di antaranya Pertama, ilmu tentang pokok-pokok keimanan, yaitu keimanan kepada Allah Ta’ala, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir. Kedua, ilmu tentang syariat-syariat Islam. Di antara yang wajib adalah ilmu tentang hal-hal yang khusus dilakukan sebagai seorang hamba seperti ilmu tentang wudhu, shalat, puasa, haji, zakat. Kita wajib untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan ibadah-ibadah tersebut, misalnya tentang syarat, rukun dan ilmu tentang lima hal yang diharamkan yang disepakati oleh para Rasul dan syariat sebelumnya. Kelima hal ini disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,ö قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ“Katakanlah,’Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, mengharamkan mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan mengharamkan mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui’”. QS. Al-A’raf [7] 33 Kelima hal ini adalah haram atas setiap orang pada setiap keadaan. Maka wajib bagi kita untuk mempelajari larangan-larangan Allah Ta’ala, seperti haramnya zina, riba, minum khamr, dan sebagainya, sehingga kita tidak melanggar larangan-larangan tersebut karena kebodohan kita. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Umat Islam sebagai salah satu komunitas mayoritas di Indonesia sudah selayak mengetahui apa saja kewajiban yang harus diketahui. Pengetahuan tentang syariat sudah seharus di pahami dengan seksama. Ini dilakukan agar tujuan umat islam sebagai umat yang rahmatan lil alamin bisa terwujud. Tidak hanya sebatas dogma belaka. Penulis ingin mengajak saudara-saudara muslim maupun yang non muslim agar sama-sama bisa kembali membuka pelajaran-pelajaran lama yang mungkin sudah terabaikan. Di mulai dari ilmu atau pengetahuan apa saja yang wajib kita pelajari. Melalui semangat berbagi pengetahuan, mari kita budayakan membaca. Ilmu yang Wajib Dipelajari Umat Islam Pada dasarnya tidak semua pengetahuan itu wajib kita pelajari. Setidaknya tuhan tidaklah kejam, sehingga mengharuskan kita mempelajari semua ilmu pengetahuan. Walau pun banyak dalil atau hujah yang mewajibkan kita untuk mempelajari ilmu. Namun faktanya sebagian ilmu tersebut memiliki status hukum yang berbeda-beda bagi umat islam. Hukum menuntut ilmu memiliki varian status yang beragam. Ada yang wajib secara personal. Dimana setiap umat islam secara individu memang wajib memahaminya. Ada juga yang wajib secara komunitas. Dimana pengetahuan tersebut diwajibkan dipelajari oleh sebagian umat islam saja. Cukup ada sebagian umat islam yang mempelajarinya. Dan ada juga yang mempelajarinya hanyalah bersifat tambahan secara individu. Orang yang mempelajarinya di anggap kelebihan. Ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap umat islam disebut ilmu fardu ain dalam sumber lain ditulis dengan fardhu ain. Setidaknya jika dikategorikan secara umum terbagi 3 macam. Ketiga ilmu fardu ain tersebut adalah ilmu tauhid, ilmu fiqih/fikih, dan ilmu akhlaq atau tasawuf. Ketiga ilmu tersebut diwajibkan secara individu karena memang memiliki hubungan langsung secara pribadi dengan umat islam. Ilmu tersebut memiliki status hukum fardu ain yang artinya jika umat islam secara individu tidak mempelajarinya dengan baik. Maka orang tersebut dianggap lelai akan kewajibannya. Dan dianggap berdosa. Ilmu Tauhid atau Aqidah Ilmu tauhid sering juga disebut dengan ilmu aqidah. Sebuah pengetahuan yang wajib dipelajari dan dipahami oleh umat muslim. Ini terkait dengan keyakinan umat islam. Keyakinan kepada tuhan menjadi landasan dasar keislaman seseorang muslim. Iman dalam agama islam tidak didasarkan pada dogma semata. Dimana ajaran nya harus dipercayai tanpa diperbolehkan untuk mempertanyakan. Iman dalam agama islam justru didasarkan kepada keyakinan yang berlandaskan akal pikiran, pengetahuan, perasaan. Iman yang hanya berdasarkan dogma semata, tanpa didasarkan pemikiran dan pemahaman disebut taqlid. Dalam islam taqlid dalam keyakinan kepada tuhan tidak dibenarkan. Orang islam harus mempelajarinya dan memahami berdasarkan akal sehatnya. Sehingga dia tidak mengimani sesuatu yang sebenarnya sama sekali tidak dia pahami. Ilmu Fiqih/Fikih Ilmu Fiqih ada yang mengatakan ilmu syariat. Sebuah pengetahuan yang menjelaskan tentang aturan yang berlalu kepada orang Islam. Karena itu ilmu ini terkait erat dengan tata cara tertentu, dan juga terkait dengan hukum dalam islam. Dalam hukum fiqih, hukum dikenal dengan istilah hukum wajib, sunnat, mubah, makruh, dan haram. Misalnya sholat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, zakat, haji yang terdapat dalam rukun islam di hukumi wajib dengan ketentuan yang berlaku. Sholat memiliki tata cara pelaksanaan nya yang dijelaskan oleh sebuah pengetahuan yang kemudian disebut dengan fiqih. Begitu juga dengan puasa, dan lain-lain sebagainya. Dalam pelajaran aqidah atau ilmu tauhid terkadang kita juga akan menemukan istilah wajib. Namun wajib dalam ilmu tauhid yang orentasinya pada akal berbeda dengan wajib yang terkait dengan hukum pada ilmu fiqih. Untuk membedakan antara wajib pada akal dan wajib dalam hukum fiqih, maka diperlukan pengetahuan dan mempelajarinya. Ilmu Tasawuf atau Akhlak Ilmu Tasawuf ada yang mengatakan nya akhlak. Ini satu pelajaran yang membahas terkait karakter, adab, tata krama, kesopanan, dan kewajiban serta larangan pada sikap dan sifat bagi umat islam. Semisal umat islam wajib bersyukur saat dapat nikmat tuhan, bersabar saat mendapatkan ujian dan bencana. Sifat rendah hati, dan banyak lagi. Dalam ilmu tasawuf juga menjelaskan sifat-sifat tercela yang harus dijauhi oleh umat islam. Semisal sombong, iri dengki, sum’ah, kufur nikmat, dll. Tasawuf akan menjelaskan dengan detail hal-hal tersebut, sehingga sebagian kalangan menyebutnya dengan istilah ilmu akhlak. Mungkin ada sebagian yang mempertanyakan apa dasar pembagian 3 ilmu tersebut wajib dipelajari. Harus kita pahami dijaman Rasulullah SAW. Ilmu memang tidak pernah dibagi menjadi beberapa bagian. Semua ilmu pengetahuan yang bersumber dari wahyu atau Al-qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW disebut ilmu agama. Para sahabat Nabi SAW juga tidak mengkategorikan ilmu-ilmu tersebut. Namun para ulama yang membagi sesuai kategorinya agar kita mudah membedakan. Jaman dulu orang tidak membedakan antara ilmu mempelajari akhlak dan hukum Sholat. Semua disebutnya dengan ilmu agama. Semua itu berdasarkan ijtihad agar mempermudah umat. Bagi orang jika kita katakan menuntut ilmu agama wajib hukumnya. Mungkin orang akan mempertanyakan ilmu yang mana, dan tentang apa?. Ilmu agama ada yang membahas soal hukum syariat, akidah, akhlak, politik, muammalah, zakat, nikah, dan banyak lagi lainnya. Bahkan ilmu baca Al-qur'an, qiraat, dan beberapa ilmu alat yang mendukung pengetahuan agama bisa dimasukan sebagai ilmu agama. Jadi ilmu yang mana saja yang diwajibkan kepada kita secara pribadi. Karena nya kemudian para ulama membagi-bagi sesuai kategori dan menamakan nya. Agar kita mudah menentukan ilmu yang mana yang ingin kita pelajari. Kenapa sih kita itu harus belajar? Apa untungnya?Kalian pasti tahukan belajar adalah suatu hal sangat umum di dunia ini. Sebuah hal penting untuk jadi pribadi yang lebik baik. Bisa menulis, membaca, menggambar dan berbagai kegiatan yang biasa kita lakukan setiap hari, itu semua tidak akan terlaksana bila kita tidak mempelajari sebelumnya bukan? Satu hal pasti, kita hanya akan seperti mayat hidup jika tidak belajar. Ilmu yang kita pelajari sampai saat ini, itulah yang akan menjadi pedang masa depan bagi kita di kala menghadapi tantangan penghalang jalan kesuksesan hidup belajar pun kita harus tau bagaimana caranya belajar. Apa? Belajar caranya belajar? Iyalah, tapi memang seperti itulah kenyataanya. Seseorang tidak akan dapat tujuannya yang hebat bila kegiatan belajarnya amburadul bukan? Nah, jadi di sini kita akan membahas bagaimana sih cara dapatkan yang terbaik dari hasil belajar kita dari kitab Ta'lim Muta'alim karya imam Al Zarnuji menerangkan bahwa sayyidina ali bin abi tholib pernah berkataاَلاَ لاَتَنَــــالُ الْعِـــلْمَ اِلاَّ بِســــــِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍPada kalimat ini menjelaskan ada 6 perkara yang harus dimiliki setiap insan dalam mencari ilmu. Agar lebih jelasnya lagi, yuk simak ulasan CerdasAlbaert Einsten Pixabay/ParentRapDalam hal mencari ilmu tidaklah mungkin kalian tak berpikir sama sekali. Karena itulah hal pertama yang menjadi kunci menuntut ilmu adalah kecerdasan. Ulama membagi kecerdasan menjadi dua yaitu kecerdasan yang diberikan oleh Allah muhibatun minallah Contohnya Seseorang yang memiliki hafalan yang kuat. Dan kecerdasan yang didapat dengan usaha muktasab misalnya dengan cara mencatat, mengulang materi yang diajarkan dan Semangat/GigihIlustrasi berjuang Pixabay/ToNic-PicsBarang siapa yang gigih dalam menuntut ilmu maka akan dapat kesuksesan. Tanpa kegigihan belajar, mana mungkin kita akan dapatkan hasil terbaik. Karena untuk mencapai kesuksesan tidak akan terjadi tanpa adanya semangat yang tinggi dalam menuntut mengatakan "Man Jada wa Jadda “Siapa bersungguh-sungguh pasti dapat hasilnya".3. SabarMain RubikPixabay/CongerdesignDalam mununtut ilmu juga harus didampingi dengan kesabaran. Tentunya jalan untuk dapatkan ilmu itu tidaklah semudah yang kita pikir. Berbagai rintangan dan ujian yang menerpa kita itu harus d hadapi bukan untuk dijauhi. Tanpa punya rasa kesabaran yang yang besar kita tidak akan dapat merasakan lezatnya ilmu. Seperti dalam Al-Qur'an juga Allah swt. berfirman dalam surat Al Baqoroh ayat 153يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ Artinya" Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar".Jadi tetaplah bersabar walaupun banyak ujian bertubi-tubi menerpa. Karena sesudah kesulitan pasti ada kemudahan. Baca Juga 7 Hadist tentang Menuntut Ilmu bagi Muslim, Harus Diikuti Rendah Hati! 4. BekalKoin & uang kertas Pixabay/StevepbobYang keempat, kita harus punya bekal/biaya yang mencukupi untuk hidup kita dalam menuntut ilmu. Dengan bekal yang tercukupi mestinya kita akan lebih khusu lagi dalam perjalanan menuntut dalam sebuah riwayat menjelaskan, bahwa dulu imam syafi'i waktu kecil pernah sampai mengumpulkan tulang belulang untuk dijadikan tempat ilmu yang ia hafal dengan cara menuliskannya pada tulang belulang yang ia kumpulkan, karena tidak mempunyai biaya untuk membeli alat kisah ini kita bisa ambilpelajaran kehidupan yang mendalam. Jadi, jangan jadikan sebuah alasan tidak menuntut ilmu karena perekonomian yang kurang Petunjuk guruBelajar guru siswa Pixabay/SyauqiFillahYang namanya belajar pasti akan ada hubungan antara guru murid. Seorang murid takan bisa menuntut ilmu tanpa adanya guru. Karena dalam setiap perjalanan menuntut ilmu akan banyak tantangan harus dilewati. Dan hal itu harus dengan adanya petunjuk dan bimbingan seorang antara seorang guru dan murid, tidak akan terputus hingga akhir hayat. Walaupun keduannya telah berpisah bertahun-tahun. Itulah sebabnya tidak ada istilah "mantan guru" atau "bekas guru saya". Jadi kita seorang murid itu harus menjaga silaturrahmi dengan gurunya, supaya ilmunya mendapat Lama waktunyaJam pertumbuhan Pixabay/Nattanan23Tidak akan dapat ilmu yang bermamfaat bila dengan waktu yang singkat. Seorang pencari ilmu yang sejati tentu butuh waktu lama. Tidak mungkin hanya dengan hitungan bulanan Al-Qadhi ditanya “Sampai kapan seseorang harus menuntut ilmu?” Beliau menjawab ”Sampai ia meninggal dan ikut tertuang tempat tintanya ke liang kubur.”Kita tidak boleh menunggu waktu luang dalam manuntut ilmu, tapi luangkan waktu kalian untuk menuntut ilmu. Jadi mamfaatkan sisa waktu kita di dunia ini dengan kegiatan yang kita selalu berada pada jalan yang diridhoi Allah swt. Dan termasuk orang-orang yang ber-tawakal kepada-Nya. Aamiin. Baca Juga 5 Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Setiap Hari Bagi Umat Muslim IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. - Ilmu Komunikasi menjadi salah satu program studi prodi terfavorit calon mahasiswa baru dari masa ke masa. Hal itu diakui oleh Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi LTMPT, Budi Prasetyo Widyobroto. Ia mengatakan, tahun ini tren program studi prodi favorit yang menjadi pilihan calon mahasiswa di Indonesia belum bergeser dari tahun-tahun sebelumnya. Ilmu Komunikasi adalah induk dari ilmu turunannya yang lain seperti Jurnalistik, Penyiaran, Hubungan Masyarakat Public Relation, Komunikasi Pemasaran, Desain Komunikasi Visual, Periklanan Adveritising, Performing Arts Communication, dan lain-lain. Baca juga 11 Prodi Favorit Calon Mahasiswa Baru di Indonesia dari Tahun ke Tahun Pada program studi Ilmu Komunikasi, kamu akan diajarkan tentang bagaimana proses penyampaian pesan agar menjadi efektif dan dapat mencapai sasaran yang dituju. Lalu apa saja sih kemampuan-kemampuan yang dipelajari di prodi Ilmu Komunikasi? Berikut rangkum dari bila kamu berencana memilih prodi Ilmu Komunikasi untuk kuliah. 1. Public Speaking Di Ilmu Komunikasi, public speakung merupakan salah satu kemampuan dasar yang wajib dipelajari oleh Speaking merupakan kemampuan untuk menyampaikan pesan yang efisien dengan baik sehingga pendengar dapat memahami perkataan yang diucapkan. Public speaking juga tak hanya sekedar berbicara, melainkan juga belajar tentang gestur tubuh. 2. Marketing Kamy merasa punya kemampuan memasarkan sebuah produk, tetapi ingin kuliah di prodi Ilmu Komunikasi? Kamu tetap bisa lho mengembangkan kemampuan marketingmu di prodi Ilmu Komunikasi. Baca juga Biaya Kuliah Jurusan Ilmu Komunikasi Terakreditasi A di 5 Kampus Swasta Indonesia Di prodi Ilmu Komunikasi, kamu bisa belajar tentang kemampuan penjualan secara umum dan berlandaskan pada prinsip-prinsip pemasaran. 3. Riset Buat kamu yang suka kegiatan riset dan analisis, prodi Ilmu Komunikasi bisa jadi pilihan. Kamu bisa akan belajar tentang riset gabungan antara soft skill dan hard skill seperti pengetahuan dan teori riset, pengolahan data serta keterampilan menganalisa dan bersikap kritis. 4. Manajemen Kemampuan manajemen akan dipelajari di prodi Ilmu Komunikasi. Well, semua prodi di kampus pastinya belajar tentang manajemen. Umumnya, manajemen yang dipelajari adalah mengatur waktu dan mengoordinasikan berbagai hal agar bisa efektif dan efisien.

ilmu apa saja yang wajib kita pelajari